Kisah Inspiratif Perjuangan Pendamping ODMK: Triana Rahmawati

SATU Award
Source: IG Triana Rahmawati

Sejak 2012, ia mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat ODMK dan berjuang di jalan kemanusiaan dengan melalui Griya Schizofren.

Triana Rahmawati, seorang perempuan kelahiran Palembang 15 Juli 1992, ia bersama dua orang rekannya mendirikan komunitas Griya Schizofren.

Sebuah tempat pulang para ODMK (Orang Dengan Masalah Kejiwaan) yang terlantar dan dalam status orang hilang.

Pendirian Griya Schizofren berawal dari kegelisahan Triana ketika masih duduk di bangku kuliah. Pada saat itu ia tinggal di dekat panti rehabilitasi.

Saat itu Triana sering mendengar stigma negatif masyarakat mengenai ODMK dan memandangnya sebelah mata.

Setiap waktu yang bergulir adalah waktu yang paling tepat untuk peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri dan orang lain termasuk ODMK dan ODGJ. – Menjadi Manusia – 

Sejak saat itu ia mulai mencari tahu mengenai masalah kejiwaan, tentang panti rehabilitasi yang terdapat di Solo serta apa yang bisa dilakukan masyarakat awam tentang masalah kejiwaan.

Karena latar belakang pendidikan Triana bukan dari psikologi melainkan jurusan Sosiologi Fakultas Fisip Universitas Negeri Solo (UNS).

Dari pemikirnan-pemikiran panjang itulah akhirnya didirikan Griya Schizofren pada bulan Oktober 2024.

Kata ‘Schizofren’ sendiri memiliki makna Social, Humanity and Friendly. Jika dijabarkan menjadi Sc yang berarti Sosial, Hi yang berarti  Humanity atau Kemanusiaan, Zo artinya Zona, dan yang terakhir Fren atau Friendly yang berarti persahabatan.

Griya Schizofren
Source: IG Griya Schizofren

Tujuan Griya Schizofren didirikan untuk memberikan pendampingan bagi OMDK yang ia temui. Saling berinteraksi serta melakukan aktivitas seperti bermain, bernyanyi, menggambar, melipat kertas, dan salat berjamaah.

Karena menurut Triana, ODMK dengan masalah kejiwaan apapun hanya butuh ditemani.

Dengan berdirinya Griya Schizofren, ia menyadari bahwa jumlah psikolog dan dokter spesialis kejiwaan di Indonesia jumlahnya masih terbatas.

Sementara masyarakat tidak terbatas, dengan situasi tersebut, masalah kejiwaan menjadi konsentrasi orang-orang non psikologis dan non kedokteran, sedangkan itu adalah masyarakat di lingkungan ODMK.

 Perjuangan Mendampingi ODMK

Perjalanan Triana mendampingi ODMK tentunya tidak mudah, banyak rintangan yang ia hadapi salah satunya ketika mengalami masa sulit pada tahun 2017.

Triana sempat mengalami putus asa dan ingin menyudahi aktivitas mendampingi ODMK. Namun di tengah masa sulit tersebut ia menemui titik harapan dengan mendapatkan apresiasi dari SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia Award 2017.

Dengan adanya dukungan dari Astra, Triana dan volunteer yang ada di Griya Schizofren seperti mendapat semangat baru untuk terus maju dan pantang menyerah.

Lalu, bagaimana perjuangan Triana mendampingi ODMK melalui Griya Schizofren? Berikut tiga tips dari Triana bagaimana ia mendampingi ODMK sampai saat ini:

1. Perlakukan ODMK seperti manusia pada umumnya

Bagi Triana, tak mudah mempelajari hal baru terutama yang berhubungan dengan kesehatan mental, tentu ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Terutama mempelajari kebiasaan ODMK. Apa yang mereka sukai dan tidak. Kegiatan ODMK sangat dibutuhkan, terutama untuk merasa diterima di lingkungannya. Dan juga merasa dirinya bisa menikmati hidup dengan lebih bermakna.

2. Mendirikan Griya Schizofren dan membentuk komunitas

Melalui Griya Schizofren Triana mulai mengajak masyarakat untuk bergabung sebagai pendamping ODMK.

Ia juga mengedukasi masyarakat mengenai bagaimana membangun interaksi dengan ODMK. Salah satunya melalui media sosial.

Dari media sosial ia mulai membangun diskusi kecil mengenai penyakit kejiwaan dan bagaimana memahami karakter ODMK.

Griya Schizofren
Source: IG Griya Schizofren

3. Keluarga menjadi hal penting bagi kesembuhan ODMK

Faktanya orang dengan masalah kejiwaan tidak bisa sepenuhnya sembuh tanpa dukungan keluarga. Triana juga menceritakan bahwa beberapa tahun yang lalu ia memiliki keluarga dengan gangguan jiwa bahkan masih rutin kontrol bulanan dan minum obat.

Triana juga harus mendampingi keluarganya yang terdiagnosa gangguan jiwa untuk melakukan treatment di Rumah Sakit Jiwa Magelang.

Itulah mengapa pentingnya peran keluarga dalam mendampingi ODMK agar dapat pulih kembali. Tentu itu tidaklah mudah, dibutuhan kesabaran yang besar.

Penghargaan SATU Indonesia Awards untuk Triana Rahmawati

Pengabdian Triana kepada ODMK melalui Griya Schizofren yang ia dirikan bersama dua orang temannya mendapatkan apresiasi dari Astra.

Penghargaan SATU Indonesia Awards merupakan ‘balasan’ atas bakti yang tulus yang ia berikan kepada ODMK.

Tentu ini juga sebagai contoh untuk generasi muda (individu/kelompok) yang menjadi pelopor untuk untuk perubahan dengan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitarnya di bidang kesehatan jiwa.

Dengan adanya program SATU Indonesia Awards dari Astra diharapkan juga dapat mendorong para anak muda untuk berkolaborasi dengan program unggulan lainnya seperti, KBA (Kampung Berseri Astra) dan DSA (Desa Sejahtera Astra).

Diharapkan, dapat memberikan dampak positif untuk berkontribusi membangun daerahnya.

Mereka ini membutuhkan kita. Kita perlu untuk tidak membuat jarak dengan mereka. Kita di sini peduli dan memperhatikan mereka, bukan sebagai psikolog atau dokter, tetapi sebagai teman,  -Triana Rahmawati.-

Penutup

Sosok Triana sudah sepatunya menjadi panutan generasi muda agar terus bisa bermanfaat. Ia berpesan "Break the comfort zone!" terus berkontribusi dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Jangan lupa juga untuk bersyukur!***

#LFAAPADETIK2024

Related Posts

14 komentar

  1. MasyaAllah... Semangat terus ya Mba Triana.
    Menjadi jalan cahaya bagi mereka yang berada di gelapnya dunia schizophrenia

    BalasHapus
  2. Kisah Bu Triana sungguh menginspirasi! Dedikasinya untuk membantu orang dengan masalah kejiwaan patut dicontoh. Griya Schizofren telah memberikan harapan baru bagi banyak orang. Semoga semakin banyak yang tergerak untuk ikut berkontribusi dalam mengatasi stigma terhadap OMDK.

    BalasHapus
  3. tul sekali, Orang dengan Disabilitas Kejiwaan (ODMK) juga manusia yang memiliki hak dan kebutuhan untuk merasakan kasih sayang, perhatian, serta pendampingan, baik secara emosional, sosial, maupun fisik.
    ODMK, seperti halnya individu lainnya, membutuhkan penerimaan dan pengertian dari orang lain untuk merasa dihargai dan memiliki tempat di masyarakat.
    Hubungan yang penuh perhatian dan kasih sayang dapat membantu mereka merasa lebih stabil secara emosional.

    BalasHapus
  4. Penting banget memberi ruang pendampingan bagi OMDK, agar bisa saling berinteraksi dengan berbagai aktivitas positif. Griya Schizofren ini emang penuh perjuangan dan banyak rintangan, tapi semoga terus berkembang hingga bisa terus mengedukasi masyarakat juga.

    BalasHapus
  5. Mbak triana ini kembar sama kayak molzania hihii.. btw kiprahnya bikin salut. Selama ini tahunya orang skizo itu serem. Bikin takut. Tapi mereka justru butuh pertolongsn.

    BalasHapus
  6. MasyaAllah. Sangat menginspirasi. Semoga aja semakin hilang stigma negatif terhadap OMDK. Semakin banyak yang peduli dengan mereka

    BalasHapus
  7. Masya Allah, sangat mulia sekali apa yang dilakukan Mbak Triana ini. Karena memang sampai saat ini, masih banyak masyarakat Indonesia memandang sebelah mata OMDK. Padahal mereka butuh perhatian dan harus dirangkul. Dan Griya Schizofren memberikan tempat yang hangat dan nyaman bagi OMDK.

    BalasHapus
  8. Inspirasi kak Triana ini memang perlu kita tiru juga ya, karena dedikasi terhadap lingkungan khususnya kepedulian terhadap ODMK ini yang terlewat untuk dilakukan

    BalasHapus
  9. Sehat-sehat selau orang baik.
    Sepertinya sangat jarang orang atau kelompok yang peduli dengan pengidap schizofrenia yang selalu diberi stigma negatif, bahkan menakutkan, tapi di Griya Schizofren mereka dirangkul dan diperlakukan secara manusiawi. Keren

    BalasHapus
  10. ODMK ini bisa disembuhkan ya? kalau dilihat sekilas seperti orang normal ya pada umumnya ..semoga semakin banyak pendampingan buat OMDK spya mereka bisa kesehatan mental mereka lebih baik lagi

    BalasHapus
  11. Hebat sekali kak Triana ini ya, jiwanya terpanggil untuk membuat wadah positif menerima penderita OMDK agar tetap bisa diterima masyarakat tanpa khawatir. Pantas dia mendapatkan penghargaan dari Astra ini

    BalasHapus
  12. MasyaAllah, benar-benar salut dengan pendiri dan relawan di Griya Schizofren ini. Pasti tidak mudah mendampingi orang OMDK.

    BalasHapus
  13. Perbanyak orang2 inspiratif kayak gini. Apalagi sekarang ramai soal logika mistika. Jangan2 para orang gaib itu nyatanya penderita skizo ya kan

    BalasHapus
  14. Kisah yang sangat inspiratif, karena jarang banget yang peduli dengan ODMK. Apalagi pandangan orang Indonesia sangat negatif terhadap orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan, padahal mereka sebetulnya memerlukan pendampingan.

    BalasHapus

Posting Komentar